Lantai 13 Gedung Sarinah Jadi Saksi Sejarah Perjudian Terkenal di Jakarta Pada Tahun 1970

Gedung Sarinah saat ini masih menjadi salah satu landmark penting di Jakarta. Setelah berbagai tahap renovasi dan perbaikan, gedung ini terus berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan tempat berkumpul bagi berbagai kalangan.

Dengan lantai-lantai yang dipenuhi beragam toko, restoran, dan kafe, Gedung Sarinah menarik perhatian para pecinta belanja dan kuliner.

Bacaan Lainnya

Para pengunjung dapat menemukan berbagai produk lokal dan internasional, mulai dari kerajinan tangan, pakaian, aksesori, hingga produk lainnya. Mereka juga bisa menikmati makanan lezat di restoran dan kafe yang tersebar di seluruh gedung ini.

Gedung Sarinah juga sering menjadi lokasi berbagai acara dan pameran. Dengan ruang pameran yang luas dan fasilitas modern, gedung ini ideal untuk penyelenggaraan pameran seni, peluncuran produk, dan acara budaya.

Gedung ini tetap menjadi titik pertemuan bagi komunitas seniman, pengusaha, dan masyarakat Jakarta yang terlibat dalam berbagai kegiatan.

Berkat lokasinya yang strategis di pusat kota, Gedung Sarinah memiliki akses yang mudah ke tempat-tempat penting lainnya seperti Monas, kawasan Thamrin, dan berbagai pusat bisnis di sekitarnya.

Ini menjadikan gedung ini pusat aktivitas perkotaan yang vital bagi warga Jakarta dan para pengunjung dari luar kota.

Dengan sejarah yang kaya dan peran sentral sebagai pusat pertemuan dan perdagangan, Gedung Sarinah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota Jakarta.

Di setiap sudut dan ruang, gedung ini menyimpan cerita dan kenangan yang terus hidup, menjadi saksi perubahan yang terjadi di ibu kota Indonesia.

Pada era Gubernur Ali Sadikin adalah tokoh berpengaruh dalam sejarah Jakarta, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 1966-1977. Ia dikenal sebagai sosok yang energik, visioner, dan kadang kontroversial.

Ali Sadikin memiliki kebijakan progresif dalam modernisasi dan pengembangan Jakarta, termasuk membangun infrastruktur, meningkatkan layanan publik, dan berupaya mengatasi kemiskinan di kota ini.

Ia dikenal karena pendekatan populisnya dalam berinteraksi dengan masyarakat, serta beberapa kebijakan yang kontroversial. Salah satu kebijakannya adalah melokalisasi judi.

Ali Sadikin berpendapat bahwa dengan mengizinkan judi di bawah kendali, pemerintah dapat mengurangi dampak negatifnya dan mengontrol perilaku masyarakat.

Namun, kebijakan ini mengundang pro dan kontra, dengan beberapa pihak menentangnya karena dianggap memperkuat praktik ilegal dan mengabaikan moralitas. Meski demikian, Ali Sadikin tetap diakui sebagai salah satu Gubernur Jakarta yang berpengaruh dan berhasil mengubah wajah ibu kota.

Dengan visi yang berani, Ali Sadikin memahami bahwa larangan total tidak akan menghilangkan judi, malah bisa mendorong aktivitas ilegal. Karenanya, ia mencoba pendekatan pragmatis dengan melokalisasi judi di Gedung Sarinah untuk mengontrolnya.

Suasana kasino yang hidup di lantai 13 Gedung Sarinah menciptakan sensasi yang menarik bagi para pengunjung. Namun, langkah Ali Sadikin ini akhirnya dihentikan ketika larangan perjudian berlaku pada tahun 1972, menutup kasino di lantai 13 dan mengakhiri era tersebut.

Ali Sadikin, dengan kebijakannya yang kontroversial, meninggalkan jejak dalam sejarah Jakarta. Meskipun pandangan terhadap kebijakannya masih beragam, ia tetap dikenang sebagai pemimpin yang berani mengambil langkah tidak konvensional untuk menghadapi tantangan yang dihadapi Jakarta.

Kisah lantai 13 Gedung Sarinah, dengan suasana kasinonya yang unik, menjadi bagian dari sejarah Jakarta yang terus diceritakan, menambah warna dalam perjalanan ibu kota yang penuh dinamika dan tantangan.

Editor : Ham

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *