Diduga Program PTSL Desa Sukaharja di Pungut Biaya Hingga 600 Ribu Rupiah

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang dikenal istilah sertifikasi tanah. Melalui program ini pemerintah memberikan jaminan kepastian hak atas tanah dimiliki masyarakat untuk mengurus sertifikat.

Namun harus melalui proses, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan dalam mengurus sertifikat tersebut, diantaranya; Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanah, batas tanah yang sudah disepakati, BPHTB, PPh juga Surat Permohonan.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, masyarakat harus memastikan diri masuk kategori peserta yang berhak mengikuti program sertifikasi tanah gratis atau (PTSL), agar masyarakat dapat memiliki surat tanah/bukti kepemilikan sah/sertifikat, tanpa dibebankan biaya besar dalam pengurusannya.

Namun ironis, program PTSL di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor diduga melanggar SKB 3 Menteri. Pasalnya, yang terjadi masih ada pemungutan biaya melebihi yang ditentukan oleh pemerintah.

Ada beberapa warga yang enggan disebut namanya menuturkan kepada awak media, Minggu (7/4). Bahwa besaran biaya PTSL di Desa Sukaharja dipungut untuk pembayaran pertama 200 kalau sudah jadi sertifikatnya bayar lagi 400 jadi total nya 600 ribu,”tuturnya

Bila mengacu pada peraturan mekanisme pelaksanaan program PTSL tahun 2024, masih sama seperti sebelumnya. Sedangkan besaran biaya yang dikenakan sudah disetujui dan ditetapkan oleh SKB, yaitu 150 ribu jika sudah melebihi dari ketentuan, itu sudah jelas bisa merugikan masyarakat dan di katagorikan pungutan liar.

Ujang Suhendra selaku Kepala Desa saat di konfirmasi melalui via WhatsApp tidak ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Reporter : Marno

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *