Mantan Kabid PNF Disdik Kab. Sukabumi Diduga Manfaatkan Jabatan Jual Buku

Parafrase kalimat berikut:

“Simi Penyu Yang Kuat” adalah cerita dongeng yang ditulis oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Elis Sajaah, S.Pd, M.Pd, bersama Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika, M.Pd. Cerita ini sederhana namun menyampaikan pesan tentang persahabatan, tolong-menolong, dan saling memberi nasihat. Tokoh utama cerita ini adalah penyu, yang merupakan maskot Kabupaten Sukabumi, sehingga membantu anak-anak lebih mengenal daerah mereka.

Bacaan Lainnya

Penjelasan ini disampaikan oleh Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika, M.Pd, dalam kata pengantar buku “Simi Penyu Yang Kuat” pada Agustus 2023.

Selain itu, cerita “Simi Penyu yang Kuat” sarat dengan muatan lokal karena tokoh utamanya adalah penyu, simbol Sukabumi. Nama Simi adalah singkatan dari Sukabumi, dan Simi mempunyai teman bernama Uteng, seekor kepiting. Uteng adalah singkatan dari Ujung Genteng, tempat tinggal Simi dan Uteng.

Penjelasan ini diambil dari kata pengantar buku “Simi Penyu yang Kuat”, yang ditulis oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Elis Sajaah, S.Pd, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Kabid PNF saat menulis buku tersebut.

Seorang pemerhati pendidikan berinisial M menjelaskan pada 15 Juni 2024 bahwa buku “Simi Penyu yang Kuat” memiliki nilai muatan lokal yang dapat membentuk identitas anak sebagai putra daerah, serta meningkatkan minat baca anak sejak dini dengan konten yang bermakna dan menarik. Namun, ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan materi dan media penyampaian dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan kebutuhan daerah di Sukabumi.

Menurut M, cerita Simi yang berlatar di laut mungkin sulit dipahami anak-anak yang tinggal jauh dari pesisir. Oleh karena itu, meski buku ini bisa dikategorikan sebagai muatan lokal untuk anak-anak di pesisir Sukabumi, mungkin kurang relevan bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan atau perkotaan.

M juga menyoroti bahwa meski buku ini seharusnya didistribusikan gratis menggunakan anggaran APBD untuk mendukung PAUD, pada kenyataannya, buku tersebut dijual kepada lembaga PAUD menggunakan dana BOSP, yang seharusnya digunakan untuk membeli buku paket yang diverifikasi oleh Kemendikbud.

Seorang pengelola PAUD di Sagaranten berinisial S mengungkapkan bahwa pada Januari 2024, mereka diminta membeli buku “Simi Penyu yang Kuat” dengan dana BOSP, dengan harga Rp. 45.000 per buku. Banyak pengelola PAUD merasa terpaksa membeli buku tersebut karena khawatir akan hambatan administratif dari Himpaudi dan Penilik.

( E. Hamid )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *