Masyarakat Kecamatan Jampang Tengah Keluhankan Jalan Rusak

Kab. Sukabumi – Masyarakat di Bojonglopang Jampangtengah – Sukabumi, melakukan aksi protes dengan memasang spanduk bertuliskan ( SELAMAT DATANG DI WISATA WAHANGAN SAAT ) yang terpampang di ruas jalan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang diduga dinilai acuh terhadap rusaknya kondisi jalan diwilayah tersebut.

Aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk protes dan kecewa terhadap pemerintah daerah yang membiarkan jalan rusak dan terbengkelai selama belasan tahun.

Bacaan Lainnya

Namun jajaran Forkopimcam Jampangtengah telah mengarahkan masa untuk berdialog dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi di GOR Desa Cijulang.

“Aksi ini bentuk protes atas kondisi jalan yang dibiarkan rusak selama belasan tahun. Ada tiga desa yang terdampak akibat jalan rusak berat.

Apalagi, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi Seolah – olah tidak pernah memperhatikan kondisi jalan alternatif ini untuk kepentingan masyarakat.

Kami minta segera perbaiki jalan utama ini,”ujar koordinator aksi, Wildhan Ginanjar, di sela dialog dengan jajaran Dinas PU Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu. (13/03)

Plt Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, R Judi Sukandar Prakasa Hardjako, mengatakan “Kondisi ruas Jalan Bojonglopang-Cimerang yang rusak sebagian sudah tertangani. Sebab, program perbaikan jalan kewenangan kabupaten dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran,”ungkapnya

“Kita hargai upaya masyarakat Kecamatan Jampangtengah yang menuntut Jalan Bojonglopang-Cimerang segera diperbaiki.

“Tapi perlu diketahui, penanganan jalan rusak bukan di sini saja, masih banyak yang ditangani di wilayah Kabupaten Sukabumi. Jadi, perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap,”terangnya

Dia menyebutkan, total ruas Jalan Bojonglopang-Cimerang sepanjang 11,6 kilometer. Namun, Pemerintah Daerah baru menangani sepanjang 5,6 kilometer, sisanya 6 kilometer dalam kondisi rusak berat dan perlu diperbaiki.

“Sebenarnya tiap tahun ada penanganan jalan rusak. Tapi kita lakukan secara bertahap karena terbatas anggaran.

“Mudah-mudahan nanti ada anggaran dari provinsi maupun pusat untuk menuntaskan sisa Jalan Bojonglopang-Cimerang yang rusak,” tandasnya.

Reporter : Yopi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *