Diduga Oknum Caleg dari Partai Gelora Tidak Taat Peraturan Saat Berkampanye.

Kab. Bogor – Oknum Calon legislif dari Partai Gelora yang bersosialisasi di Kp. Bungur RT 04/05, Desa Tajurhalang Kec. Cijeruk pada Rabu, 27 Desember 2023 diduga telah melanggar peraturan, pasalnya mereka berkampanye ditempat ibadah salah satu masjid.

Dalam hal ini Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) telah memberi peringatan kepada para oknum caleg, terkait larangan berkampanye ditempat ibadah yang sesuai dengan ketentuan Pasal 280 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017.

Saat dikonfirmasi Ketiga caleg dari Partai Gelora DPRD Kabupaten Maryati, S.Pd,.MM, Wiwit Purwawan Caleg Prov. dan Hj.Hisan Anis Matta caleg DPR RI, yang berkampanye “saya paham tentang peraturan dari Bawaslu bahwa tidak boleh berkampanye ditempat ibadah, cuma kami heran kenapa di tempat ibadah,”tuturnya.Panwas Kecamatan Cijeruk

Lebih Mirisnya lagi para caleg yang sudah mengetahui larangan tersebut untuk berkampanye ditempat ibadah akan tetapi masih dilakukan. Seharusnya mereka memberikan fasilitas kepada kordinator relawan untuk sosialisasi ( kampanye ) agar tidak melanggar peraturan berkampanye ditempat beribadah sesuai pasal 280 no 7 tahun 2017 dan peraturan badan pengawas pemilihan umum nomor 7 tahun 2022.

Panwas Kecamatan Cijeruk pada hari Rabu tanggal 31 Januari 2024, menemui Maman Sulaeman sebagai Kordinator Divisi bidang Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.

Ia mengatakan, kita akan tindak lanjuti hasil temuan media dan jelas kalau sosialisasi di tempat Ibadah ( Masjid) itu jelas melanggar ketentuan pasal 280 Undang – undang No 7 Tahun 2017 dan peraturan badan pengawas pemilihan umum nomor 7 tahun 2022, soal larangan dalam berkampanye ditempat Ibadah dan ketika ada dugaan pelanggaran kita akan laporkan, hari ini kita harus tahu dulu informasi awal jadi kita tidak bisa langsung menyimpulkan pelanggaran masih dugaan pelanggaran,”ungkapnya

“Memang ada beberapa tahapan untuk menjadi pelanggaran karena ini masih sifatnya juga pelanggaran hari ini kami mendalami Apakah cukup bukti dan kami akan proses dugaan sosialisasi di tempat ibadah, Begitu dengan tahapan tersebut apa betul informasi awal ada dugaan pelanggaran, kita akan Panggil Caleg Tersebut.

“Kita masih belum bisa menyimpulkan harus perlu dikaji dan mengumpulkan bukti, kemudian kalau dari konsekuensinya ketika dia melanggar dan ada pelanggaran, maka sesuai dari bawaslu dibawa ke Gakhum (penegak hukum )yaitu Kejaksaan dan Polri,”paparnya

dihari yang sama, dengan waktu yang berbeda pihak caleg dari partai gelora Maryati datang memenuhi panggilan dari panwas Kecamatan Cijeruk guna klarifikasi terkait pelanggaran berkampanye.

Maman mengatakan, kedatangan caleg yang ke panwas kecamatan cijeruk pada hari Rabu 31 Januari 2024,” Bahwa memang setelah kami minta klarifikasi bahwa caleg tersebut mengakui kesalahan yang berkampanye di tempat beribadah.

Kami proses ke tingkat Bawaslu kabupaten Bogor, kalau kami sebagai panwas hanya kepanjangan dari Bawaslu dan segala sesuatu proses selanjutnya akan di tindak oleh Bawaslu kabupaten Bogor dan Bawaslu pusat.

Dalam hal ini Bawaslu Kabupaten Bogor harus menindak tegas terhadap caleg yang tidak mengikuti peraturan sesuai ketentuan undang undang No. 7 tahun 2017 dan peraturan badan pengawas pemilihan umum No. 7 tahun 2022.

( Team Redaksi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *