Diduga Pungut Biaya 1 juta Rupiah, SDN Curug 1 Abaikan Edaran Permendikbud No 14 Tahun 2023

Kab. Bogor – Sangat menyedihkan ketika dalam situasi ekonomi sulit, terlihat bahwa wali murid siswa kelas VI SDN Curug 1, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, diduga diharuskan membayar 1 juta rupiah untuk biaya study tour dan perpisahan.

Menurut informasi dari orang tua murid yang tidak ingin disebutkan namanya, ia menyampaikan (15/01) ” Dalam rapat dengan komite, pengajuan biaya sebesar 1,3 juta rupiah akhirnya diputuskan menjadi 1 juta rupiah. Rincian biaya tersebut mencakup 500 ribu rupiah untuk study tour dan 500 ribu rupiah untuk biaya ujian,”paparnya

Sebenarnya, banyak orang tua siswa yang merasa tidak setuju dengan biaya tersebut, namun kami hanya patuh karna khawatir akan dampaknya terhadap nilai anak kami,”keluhnya

Kepala SDN Curug 1 Yati Hartati, yang didampingi oleh Guru Nurdin.S, saat diwawancarai oleh media pada tanggal 11 Januari, mengakui bahwa terdapat biaya sebesar 1 juta rupiah. Rinciannya, 500 ribu rupiah untuk study tour ke Bandung dan sisanya 500 ribu rupiah untuk biaya foto ijazah, panggung, dan sejenisnya,”ungkap Nurdin

Yati Hartati menyatakan bahwa dia telah melaporkan ke atasan pengawas, polisi, dan memberikan pemberitahuan ke Dinas Pendidikan mengenai study tour.

Bahkan saat ditanya, Yati Hartati sudah merasa benar dengan mengutip biaya 1 juta rupiah untuk study tour dan perpisahan siswa Kelas VI.

Dalam hal ini jelas – jelas Kepala SDN Curug 1 Yati Hartati mengabaikan Surat Edaran Permendikbud No 14 Tahun 2023 terkait kegiatan perpisahan/ wisuda dengan memungut biaya kepada wali murid, Permendikbud No 60 Tahun 2011 larangan pungutan biaya pendidikan.

Selaku ASN juga terindikasi menyalahkan gunakan wewenang jabatan dan kedisiplinan pegawai negeri sipil yang tertuang dalam PP No 53 Tahun 2010 .

Dalam hal tersebut Team Investigasi LSM Barak PAC Gunung Sindur Asep akan melaporkan dan menyurati Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, terkait pungutan biaya perpisahan kelas VI, SDN Curug 1 yang sangat membenani wali murid di saat perekonomian sulit harus membayar 1 juta rupiah per siswa,”tegasnya,

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *