Rewording the title of the Cimaja Surfing Festival event: “Exploring the Tourism Potential in Sukabumi.”

Keindahan alam Indonesia, terutama pantai di daerah Cimaja, Sukabumi, menjadi sorotan hingga ke mancanegara.

Pantai Cimaja dikenal sejak lama dengan ombaknya yang menarik para peselancar, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan lokal dan internasional.

Dukungan pemerintah setempat mendorong pemuda Cimaja dan pecinta selancar untuk menggelar Cimaja Surfing Festival 2023 pada 11-13 Agustus mendatang, seperti yang diungkapkan oleh Imanulhakim, Ketua Panitia dan tokoh Surfing Community Cimaja.

Menurutnya, tujuan diadakannya festival selancar Cimaja adalah untuk mengangkat potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi, yang memiliki keindahan alam dan potensi wisata luar biasa. Surfing di pantai Cimaja yang telah meraih tingkat internasional dianggap sebagai upaya pelestarian wisata di wilayah tersebut. Iman juga menyatakan bahwa tujuan dari event ini adalah membawa peselancar Sukabumi ke tingkat nasional dan mengundang expatriat serta orang asing yang menjadi anggota setia pada setiap kegiatan selancar di Cimaja, meskipun persiapan acara terbatas waktu dan anggaran berasal dari sumbangan kawan-kawan yang peduli terhadap kemajuan selancar ini.

Kalau untuk persiapan meski waktunya terbatas, secara teknis di lapangan, kita sudah berhasil mengonfirmasi partisipasi para atlet di luar wilayah Provinsi Jawa Barat. Dalam hal informasi, kita telah berkoordinasi dengan Provinsi Banten, DKI Jakarta, Sumatera, dan beberapa provinsi lainnya yang telah terintegrasi.

Divisi pro open telah menerima pendaftaran dari lima peserta asing, termasuk lima negara di antaranya Swiss. Selain itu, ada juga expatriate dari lima negara seperti Jerman, Australia, Amerika, Jepang, dan Inggris, yang telah mengkonfirmasi kehadiran mereka di acara kompetisi ini.

Cimaja Surfing Festival kali ini terdiri dari empat divisi, termasuk open divisi untuk peserta dari Indonesia dan mungkin luar negeri. Ada juga divisi khusus wanita untuk peselancar wanita Indonesia, serta divisi under sixteen untuk peselancar di bawah usia 16 tahun, dengan tujuan memotivasi regenerasi atlet nasional.

Acara pendukung festival surfing ini mencakup pesta seafood dengan makanan khas Cimaja, seperti udang lobster, tripang, bulu babi, octopus, dan rumput laut. Selain itu, akan ada lomba layang-layang raksasa, pertunjukan musik tradisional, dan penampilan band lokal.

Organisator berharap mendapatkan dukungan dari donatur dan perusahaan sebagai sponsor acara Surfing Festival Cimaja.

Kolaborasi dengan BJB dan donatur di luar Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat mendukung pembiayaan kegiatan ini.

Peluncuran Cimaja Surfing Festival akan dibuka oleh Bupati, bersamaan dengan perayaan hari jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-153. Tamu undangan termasuk Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat, dengan harapan dapat mengedukasi anak-anak sekolah tentang kepedulian terhadap lingkungan dan alam.

Pemilik restoran Nurdas Point Cimaja, Mamih Nurda, dan Kades Cimaja, Raden Wahyu Cakraningrat, berperan sebagai penasehat dalam acara Surfing Festival ini. Mamih Nurda mendukung gagasan positif acara ini, terutama sebagai dorongan bagi anak-anak muda dan pemula yang dapat melihat kompetisi surfing di Cimaja sebagai inspirasi.

Harapannya adalah agar para peselancar semakin maju dengan dukungan dari pemerintah dan instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *