TNI  

Tradisi Bakar Batu, Bentuk Suka Cita Di Awal Tahun Satgas Yonif 310/KK Bersama Warga Pegunungan Bintang

Pegunungan Bintang ~ Dalam suasana suka cita menyambut pergantian tahun, Pos Serambakon Satgas Yonif 310/KK bersama warga lakukan tradisi bakar batu di Kampung Wanbakon, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (8/1/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dikatakan Dansatgas, selain bertugas pokok menjaga keamanan di Papua, Satgas juga turut berperan aktif dalam melestarikan kebudayaan nenek moyang, seperti bakar batu yang merupakan tradisi pada acara-acara besar atau sesuatu yang diistimewakan oleh masyarakat Papua.

“Tradisi bakar batu ini berupa ritual memasak bersama-sama warga kampung yang bertujuan untuk bersyukur dan bersilaturahmi. Pada momen awal tahun ini warga pun panjatkan doa dan harapan baik untuk menjalani kehidupan di tahun 2024,” ungkap Dansatgas.

Lebih lanjut dikatakan, melalui tradisi bakar batu ini maka terjalin semangat kebersamaan dan terus berupaya merajut kasih dalam keberagaman di Kampung Wanbakon.

Dalam pelaksanaanya, warga berkumpul dan bergotong royong menyiapkan sarana yang akan digunakan, mulai dari mengumpulkan batu kali, membuat lubang di tanah dan mempersiapkan bahan yang akan dimasak. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraannya dalam mengolah dan memasak daging, sayuran serta umbi-umbian.

Ditambahkan Dansatgas, acara tradisi bakar batu tersebut dilakukan pihaknya yang berada di Pos Serambakon, yang dipimpin langsung oleh Danpos (Komandan Pos) Letda Inf Nova Nurbayana beserta personil pos.

Disisi lain, Kepala Kampung Wanbakon Bapak Yance (52) menjelaskan, tradisi bakar batu tersebut sebagai bentuk rasa syukur, rasa kebersamaan dan kekeluargaan mengawali tahun baru dengan doa memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kesehatan dan keselamatan.

“Tradisi bakar batu merupakan tradisi tertua di Papua sebagai simbol persaudaraan dan rasa syukur atas berkat yang melimpah,” tuturnya.

Otentifikasi : Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *